Salam Sukses...
Sahabat,
Salah satu hal yang selalu di upayakan oleh manusia dalam hidupnya adalah adanya REJEKI dalam hidupnya. Setiap orang pasti menginginkan hidupnya berkecukupan rejeki. Tetapi kebanyakan orang memandang rejeki itu hanya sebatas pada materi saja. Orang berpendapat bahwa seseorang dikatakan berkelimpahan rejeki kalau memiliki rumah bagus, kendaraan bagus, uang banyak, tidak punya utang dan sejenisnya. Sementara sebenarnya yang namanya rejeki cakupannya lebih luas dari sekedar hal itu.
Lalu apa sebenarnya yang dapat diterima sebagai rejeki?
Pertama, seperti yang pada umumnya dipahami orang, rejeki berkaitan dengan materi : uang, makanan, rumah, kendaraan. Bahkan dalam hal ini orang seringkali memandang rejeki hanya sebatas uang. Uang dipandang segala-galanya sehingga apapun dilakukan orang untuk memperolehnya. Orang bekerja keras tanpa kenal waktu, dari pagi buta sampai larut malam hanya untuk mendapatkan uang. Tidak salah memang, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena ketika pemahaman ini yang muncul, maka orang tidak lagi mempedulikan kesehatan, relasi dengan sesama, dan bahkan hukum. Sehingga orang berani melanggar hukum, menyingkirkan orang lain bahkan meskipun itu saudara. Karenanya rejeki sebenarnya lebih dari sekedar uang.
Yang kedua, rejeki berkaitan dengan kesehatan. Apalah artinya uang bermilyar-milyar kalau badan kita sakit? Apa artinya memiliki materi berlimpah tapi kita terbaring sakit tidak berdaya? Maka, kesehatan sebenarnya adalah rejeki yang juga harus kita cari, kita upayakan. Dengan kesehatan yang kita miliki kita dapat melakukan berbagai macam aktivitas dengan nyaman dan senang. Kita bisa menjalani hidup dan menikmatinya hanya jika kita sehat, baik jasmani dan rohani.
Ketiga, rejeki berkaitan dengan relasi kita dengan sesama; saudara, teman, sahabat, rekan kerja, tetangga, keluarga juga rejeki bagi kita. Apalah artinya harta melimpah, kesehatan prima tapi kita tidak memiliki seorangpun yang menjadi bagian hidup kita, dengan siapa kita bergaul, berrelasi dan mendapatkan pengakuan atas keberadaan kita sebagai pribadi. Hal inilah yang menjadi rejeki utama kita sebagai makhluk sosial, makhluk yang diciptakan Tuhan dalam kesatuan dan kebersamaan dengan orang lain. Bukankah kodrat kita yang tidak bisa kita tolak adalah realitas kita sebagai makhluk sosial?
Harta, kesehatan, sesama, itulah sejatinya rejeki dalam hidup kita, yang sudah semestinya kita upayakan keberadaanya dalam hidup kita secara harmonis, serasi dan seimbang. Hidup kita akan disebut sukses ketika kita bisa memiliki ketiganya secara seimbang
.
Maka marilah kita mengusahakan ketercukupan kita akan rejeki yang utuh....
Salam sukses...
No comments:
Post a Comment